Film Terakhir Donnie Yen di Ip Man 4: The Finale

Film Terakhir Donnie Yen di Ip Man 4: The Finale

Pencinta film tindakan seni bela diri akan kembali lagi disuguhi cerita dramatisasi dari grandmaster Wing Chun, dalam film Ip Man 4: The Finale (2019) yang sudah jalani screening pertama di bioskop Indonesia pada Sabtu (28/12) pada agenda midnight. Untuk film penutup dari tiga film awalnya, film ini dapat disebut cuman mengulang-ulang jurus-jurus yang telah dipakai dalam tiga film perintisnya itu.

Tidak ada penyempurnaan benar-benar. Kesan-kesan itu rasa-rasanya akan dirasa tiap pemirsa, terutamanya yang telah melihat tiga film Ip Man garapan sutradara Wilson Yip serta diperankan Donnie Yen awalnya. Baik dari bagian narasi atau tindakan, hanya itu-itu saja yang dapat diperlihatkan dalam film berdurasi 105 menit itu.

Dari mulai pergumulan di keluarga Ip Man, perkumpulan perguruan kung fu dengan beberapa saluran, sampai sentimentil pada orang barat rasa-rasanya semua cuman mengulang-ulang dari tiga film Ip Man awalnya. Serta tindakan koreografi di film ini berkesan tidak se-wah dari tiga film perintisnya, yang mungkin karena cuman mengulang-ulang dari yang telah ada.

Ip Man 4: The Finale akan bercerita cerita Ip Man (Donnie Yen) yang bergumul sesudah ditinggal mati si istri. Dianya kesusahan mendisiplinkan si anak Ip Ching yang sekarang masuk waktu remaja. Karena itu Ip Man ke Amerika Serikat, persisnya San Francisco buat menemukan sekolah untuk anaknya.

Sebelum pergi, dianya juga dengar berita jika muridnya, Lee Xiao Long alias Bruce Lee sekarang telah mempunyai perguruan kung fu-nya sendiri di San Francisco. Setelah tiba disana, aksi Bruce Lee yang mengajari kung fu pada orang Barat rupanya dipandang berbuat tidak etis adat kuno China.

Mengakibatkan sama dengan di Ip Man 2 (2010), Ip Man mendapatkan pertentangan dari sama-sama perguruan kung fu lain. Apa ingin untuk dapat menyekolahkan anaknya, Ip perlu surat referensi dari ketua perkumpulan perkumpulan China di San Francisco (CCBA) yang rupanya adalah ketua perkumpulan dari perguruan kung fu itu (sama dengan figur Sammo Hung di Ip Man 2).

Mendadak, sama dengan di film pertama kalinya (serta ke-2, serta ke-3), ada lawan yang coba melawan kekuatan perguruan kung fu China itu. Kesempatan ini ialah dari faksi militer AS (sentimen barat, sama dengan Ip Man 2). Dapat ditebak, pada akhirnya cuman Ip Man lah yang dapat menjaga harga diri kung fu China itu serta harus bertanding habis-habisan dengan si lawan.

Ip Man 4: The Finale

Kemungkinan narasi akan menarik di nikmati, buat pemirsa yang tidak melihat tiga film perintis dari film ini. Tetapi bila telah, karena itu seperti diuraikan di atas, film ini cuman memakai jalur, cara serta jurus yang serupa. Serta pesannya juga berkesan sama, termasuk juga sentimen anti barat serta nasionalisme China (yang khasnya malah kesempatan ini di negara lain).

Salah satu yang cukup menghibur malah saat 4 menit adegan dimana Bruce Lee (dimainkan Danny Chan) berkelahi di jalan serta gang San Francisco. Credit spesial wajar dikasih ke team koreografi sebab dapat tampilkan adegan-adegan pertempuran Bruce Lee seperti di film Game of Death (1972) atau Enter the Dragon (1973), termasuk juga saat memakai Nunchaku serta style-gaya ciri khas ala Bruce Lee.

Lagi juga, tidakkah figur Ip Man demikian populer oleh sebab Ip Man ialah guru dari Bruce Lee? Jadi 4 menit adegan itu sebetulnya jadi yang penting dari film terakhir Ip Man ini, bahkan bisa saja dalam tetralogi Ip Man keseluruhannya.

Selanjutnya, tidak ada kelirunya untuk melihat film ini untuk kembali lagi melihat sekaligus juga peluang paling akhir lihat Donnie Yen berperanan untuk Ip Man. Tetapi maaf saja, film ini begitu menjemukan serta nampak dibuat-buat karena cuman memakai jurus yang telah ada.

Benar-benar disayangkan saat penutup dari film seri yang telah berjalan semenjak Ip Man (2008) ini malah usai standard seperti film kung fu generik. Mungkin memang ini mengisyaratkan pemirsa telah cukup hanya cerita Ip Man yang makin lama makin diglorifikasi serta didramatisir dari cerita sebetulnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *